Haiii good readers!
Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak temen-temen untuk mengintip salah satu kegiatan mata kuliah Hubungan Industrial yaitu Kunjungan Mahasiswa Fikom Universitas Mpu Tantular ke Majalah Narwastu yang mengusung tema "Mewujudkan Hubungan Industrial yang Humanis dan Produktif di Era Digital"
Yuk langsung aja kita intip!
Paparan dibawah bersumber dari hasil wawancara antara Mahasiswa Fikom Universitas Mpu Tantular dengan Pak Jonro. I Munthe selaku Pemimpin Utama/Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu.
A. Tentang Majalah Narwastu
Majalah Narwastu berdiri secara resmi pada tahun 2010. Motto Majalah Narwastu adalah "Menyuarakan Kabar Baik". Artinya, menyuarakan segala sesuatu yang positif, yakni bagaimana kita menyuarakan hal-hal yang memotivasi, menginspirasi, dan membuat orang mendapat sesuatu yang mencerahkan.
Perlu diketahui bahwa pekerja narwastu yang fulltime mendampingi Pak Jonro ada 2 orang, dan yang freelance/parttime ada 5 orang. Saat ini majalah Narwastu memiliki 3 saluran pemberitaan yaitu; melalui majalah yang terbit 1 bulan sekali, portal berita Narwastu, dan podcast youtube yang mengundang tokoh nasionalis.
Majalah Narwastu pernah mengundang tokoh dari kementrian agama untuk membahas kerukunan antar umat beragama. Selain itu pada tahun 2011, Majalah Narwastu pernah diundang oleh kemenko polhukam untuk bicara tentang bagaimana peran Majalah Narwastu untuk turut berupaya membangun Bangsa Indonesia yang majemuk.
B. Peran Narwastu Sebagai Media Penyuara Kabar Baik Saat Ini
Saat ini masyarakat lebih cenderung mendapat informasi dari media audiovisual seperti youtube atau televisi. Menurut Pak Jonro selaku Pemimpin Redaksi Narwastu,
Salah 1 masalah serius di media digital saat ini adalah munculnya banyak berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat memudarkan kerukunan, kesejahteraan dan kedamaian. Kita sebagai intelektual muda harus cerdas dan bijaksana agar dapat menyaring dan menangkal hal negatif tersebut.
Maka dari itu, dalam rangka menyuarakan kabar baik di tengah arus digital, Narwastu melakukan berbagai cara diantaranya:
1. Mengupayakan hal yang positif dan bermanfaat untuk publik.
2. Menyuarakan berita yang mendorong orang ingin bersatu.
3. Tidak menyebarkan berita hoax ataupun ujaran kebencian.
C. Pandangan Narwastu Tentang Hubungan Industrial yang Humanis dan Produktif
Bapak Jonro menyampaikan, bahwa hubungan industrial yang humanis adalah bagaimana kita harus mengetahui apa saja hak dan kewajiban kita. Contohnya adalah hubungan antara pimpinan dan karyawannya dimana pimpinan itu harus bisa membuat karyawannya merasa nyaman berada didekatnya, di sisi lain karyawan juga harus tau apa kewajibannya kepada pimpinan.
Di Narwastu, hubungan yang ditekankan adalah hubungan kekeluargaan. Jadi tidak ada pihak yang merasa ditekan, ketika ada yang salah ditegur dengan baik-baik, tidak ada yg merasa disakiti namun tetap ada kedisiplinan.
Nilai nilai kasih juga diterapkan Majalah Narwastu kepada seluruh karyawannya. Misalnya, ketika ada karyawan yang sedang kesulitan ekonomi pasti kita bantu dengan memberikan gajinya sebelum tanggal gajian. Ataupun ketika ada yang sakit, maka kita support dengan memberikan doa atau tanda kasih berupa buah tangan, dsb.
Karena nilai hubungan kekeluargaan yang sangat ditekankan, maka sistem kontrakpun tidak ada di Narwastu karena akan menjadi terlalu kaku namun sikap disiplin tetap ditekankan misalnya disiplin jam berangkat dan jam pulang. Namun jika ada pekerjaan yang harus dikerjakan diluar jam kerja, maka Pak Jonro akan memberikan uang bensin atau makan sebagai bentuk perhatiannya.
D. Tantangan yang dihadapi Majalah Narwastu
Pada waktu pandemi COVID-19, ada staff redaksi Narwastu yang terkena COVID dan kekurangan dari segi ekonomi. Hal yang dilakukan Pak Jonro untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghubungi sahabat-sahabat baik Narwastu agar dapat membantu. Alhasil, karyawannya tersebut mendapat bantuan berupa dana.
Pak Jonro menyampaikan, bahwa bantuan tersebut tidak tertulis dalam perjanjian kerja, tapi dapat diingat selamanya dan inilah yang disebut nilai kemanusiaan di Narwastu.
E. Strategi Narwastu dalam Menyelesaikan Masalah
Pak Jonro I Munthe selaku Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu mengungkapkan bahwa kunci dalam menyelesaikan masalah adalah komunikasi. Misalnya ketika ada karyawannya yang tersinggung, maka Pak Jonro akan mengajaknya berbicara. Di satu sisi pak Jonro mendengarkan ia berbicara, di sisi lain karyawan tersebut harus mau mendengar beliau berbicara juga. Jadi harus ada komunikasi 2 arah karena kalau tidak ada komunikasi dan keduanya saling menjauh, maka tidak akan ada solusi dan penyelesaian. Dengan adanya komunikasi, Pak Jonro yakin akan ada jalan keluar.
F. Pesan Untuk Jurnalis Muda Agar Tercipta Hubungan Industrial yang Humanis
Menurut pengalaman Pak Jonro, menjadi seorang jurnalis saat ini harus:
1. Harus tangguh dan disiplin.
2. Harus dapat menjaga kesehatan dan stamina (hindari rokok, narkoba, begadang, dsb).
3. Bergaullah dengan orang yang memberi kita harapan dan motivasi.
G. Masa Depan Media di Era Digital
Banyak pakar mengatakan, bahwa media cetak akan tergerus di era digital ini. Menanggapi hal ini, Pak Jonro mengatakan bahwa pernyataan tersebut sah sah saja, namun perlu diketahui bahwa media cetak di pedesaan masih banyak peminatnya karena tidak ada internet.
Namun, perubahan yang ada di era digital ini harus kita sikapi juga. Kita tidak bisa berada di zona nyaman terus menerus dan kita harus jeli untuk melihat perubahan zaman. Maka dari itu, Narwastu hadir dalam bentuk 3 saluran media yaitu media cetak, portal web, dan audiovisual (podcast) sehingga dapat menjangkau seluruh sahabat Narwastu.
Pak Jonro tidak ingin memprediksi hal yang mengkhawatirkan terkait masa depan media, akan tetapi beliau akan selalu berpikir optimis dan terus mengembangkan diri sehingga apapun kejadian yang ada didepan, kita selalu siap.
Berikut beberapa potret momen di Majalah Narwastu.
Penulis:
Yustina Sherly Paramesti
223500010002
Mata Kuliah Hubungan Industrial
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular
Dosen Pengampu:
Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom, C.AC.,C.PS.,C.STMI
Komentar
Posting Komentar