KONSEP DAN TEORI HUBUNGAN INDUSTRIAL

Haiii good readers!

Pada kesempatan ini, aku ingin mengajak temen-temen untuk membahas materi Hubungan Industrial terkait "KONSEP DAN TEORI HUBUNGAN INDUSTRIAL".

Yuk langsung aja kita masuk ke pembahasannya!


Hakikat Hubungan Industri yang baik terletak pada terciptanya hubungan kerja yang baik yang memberikan wadah untuk saling memahami (atasan & karyawan) dengan baik. Menciptakan pemikiran kooperatif dan bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Hubungan Industri yang baik meningkatkan moral pengusaha dan usaha mereka dalam memberikan yang maksimal, masing-masing memikirkan kepentingan bersama, mereka yang membuka jalan bagi pengenalan metode baru, perkembangan dan mengarah pada adopsi teknologi modern.

Cara-cara progresif ini bila dirancang dengan minat dan persetujuan bersama dalam mengembangkan banyak proposisi intensif, forum partisipatif yang efektif tercipta dalam menajemen. Keuntungan dibagi, pekerja mendapatkan iuran mereka dalam organisasi yang mengarah ke kepuasan kerja-yang diperlukan untuk hubungan baik. Hubungan Industri yang baik meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas kerja dan efisiensi produk pekerja akan meningkat serta biaya produksi diturunkan.

Dalam arti luas, hubungan industrial mencakup semua hubungan yang dipelihara oleh perusahaan bisnis dengan berbagai bagian masyarakat seperti pekerja, negara, pelanggan dan masyarakat yang berhubungan dengannya. Dalam arti sempit, ini mengacu pada semua jenis hubungan antara atasan dan karyawan, serikat pekerja dan manajemen, pekerja dan serikat pekerja dan antara pekerja dan pekerja. Ini juga mencakup segala macam hubungan baik ditingkat formal maupun informal dalam organisasi.

A. Konsep Utama Hubungan Industrial

  • Pelestarian dan promosi berupa kepentingan ekonomi pekerja bersama dengan kepentingan sosial.
  • Perdamaian dan produktifitas berjalan beriringan.
  • Upaya untuk mengurangi perselisihan industrial dan mempromosikan perdamaian adalah sebuah keniscayaan.
  • Hubungan atasan dengan karyawan harus dibuat sehat dan berkembang.
  • Menjalankan industri, pekerjaan sehari-hari harus dibuat lebih demokratis dengan meningkatkan partisipasi pekerja.
  • Memproduksi produk dengan harga yang sangat kompetitif sehingga negara dapat meningkatkan ekspor dan meningkatkan perekonomian kita.
  • Membawa revolusi mental bagi manajemen.

B. Pihak yang Terlibat dalam Hubungan Industrial

  • Pekerja dan serikat pekerjanya, tingkat kecerdasan pekerja, latar belakang pemimpin pekerja, hubungan nyata atau palsu mereka dengan serikat politik, harus dipertimbangkan untuk hubungan yang efektif.
  • Sifat pekerja dan atasan, baik yang baik hati, tertarik pada pekerja atau bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin menekan pekerja, dalam sikap mereka memainkan peran penting dalam menjaga hubungan yang lebih baik. Apakah mereka ingin memiliki tim, dan pertumbuhan tim mereka secara keseluruhan atau hanya sistem perekrutan dan pemecatan.
  • Posisi pemerintah, kemauan politik apakah peluang yang menguntungkan pengusaha atau tertarik pada pekerja, harus dilihat. Ketertarikan mereka terhadap pekerja dapat dilihat melalui Tindakan mereka dalam menciptakan undang-undang untuk kesejahteraan tenaga kerja dan menerapkannya secara efektif.

C. Teori Hubungan Industrial
1. Teori Kemakmuran
Teori ini memahami bahwa serikat buruh merupakan elemen vital bagi bangsa. Teori ini mengarah pada pemahaman bahwa apa yang baik bagi serikat pekerja baik pula untuk kepentingan bangsa
2. Teori Labor Marketing
Teori ini melihat bahwa kondisi ditempat kerja ditentukan oleh kekuatan dan pengaruh pekerja dipasar dengan tenaga kerja
3. Teori Produktivitas
Teori ini membandingkan antara hasil yang dicapai dengan pasar tenaga kerja persatuan waktu dan tolak ukur jika ekspansi dan aktivitas dari sumber yang digunakan selama produktivitas berlangsung

Kesimpulan
Hubungan industrial merupakan aspek penting dalam masyarakat industri modern yang terbentuk akibat kompleksitas pasca revolusi industri, di mana hubungan kerja tidak lagi sederhana melainkan melibatkan pekerja, pengusaha, serikat pekerja, serta pemerintah. Dalam arti luas, hubungan industrial mencakup interaksi perusahaan dengan masyarakat, sedangkan dalam arti sempit menyoroti hubungan antara pekerja, manajemen, dan serikat. Konsep utamanya menekankan pada keseimbangan kepentingan ekonomi dan sosial, terciptanya perdamaian serta produktivitas, partisipasi pekerja, hingga tanggung jawab manajemen. 

Pihak-pihak yang terlibat memiliki peran besar dalam membentuk hubungan yang harmonis, baik dari sisi pekerja, pengusaha, maupun pemerintah. Teori-teori hubungan industrial seperti teori kemakmuran, teori labor marketing, dan teori produktivitas semakin menegaskan bahwa hubungan industrial bukan hanya tentang kepentingan kelompok tertentu, melainkan tentang menciptakan sistem kerja yang adil, produktif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat yaa.. see you on the next blog!


Penulis:
Yustina Sherly Paramesti
223500010002
Mata Kuliah Hubungan Industrial
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengampu:
Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom, C.AC.,C.PS.,C.STMI

Source Referensi:
https://valueconsulttraining.com/blog/pengembangan-sdm/pengertian-konsep-hubungan-industri
https://id.scribd.com/document/644721267/KEL-7-HUBUNGAN-INDUSTRIAL-ESDM


Komentar